Dari Mepago ke Nabire, Masyarakat Adat DAP, Pemkab, dan Pemprov Papua Tengah Bersatu Suarakan Kebutuhan Penerbangan yang Layak
–
NABIRE | GEMA TIFA PAPUA NEWS – Suara aspirasi masyarakat Papua Tengah akhirnya menemukan momentumnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., secara tegas menyuarakan kebutuhan mendesak akan penambahan rute penerbangan maskapai PT Garuda Indonesia ke Nabire, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam melayani mobilitas masyarakat Papua Tengah yang selama ini terbatas.
Dalam pertemuan di ruang kerjanya, Kantor Bupati Nabire, Jumat (23/10/2026), Sekda Yulianus Pasang mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas peran strategis *Liaison Officer* (LO) yang telah berhasil menjembatani komunikasi antara berbagai elemen penting. Sinergitas ini melibatkan Lembaga Adat Besar (LAB) Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Mepago, Pemerintah Kabupaten Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, hingga pihak PT Garuda Indonesia di Jakarta.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Terima kasih kepada rekan-rekan *Liaison Officer* yang telah memfasilitasi komunikasi antara tokoh adat DAP Mepago, Pemkab Nabire, Pemprov Papua Tengah, dan Garuda Indonesia. Harapan masyarakat Papua Tengah agar maskapai kebanggaan Indonesia ini dapat melayani rute ke Nabire, kini semakin dekat dengan kenyataan,” ungkap Sekda dengan nada optimis.
Keterbatasan yang Menghambat Mobilitas Masyarakat
Sekda menekankan bahwa keterbatasan penerbangan di Nabire selama ini menjadi kendala serius bagi mobilitas masyarakat. Akses menuju kota-kota besar seperti Makassar dan Jakarta masih sangat minim, sehingga menyulitkan berbagai kepentingan, baik urusan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bayangkan, sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Nabire masih sangat terbatas dalam hal penerbangan. Masyarakat kita sering kali harus berjuang ekstra untuk bisa terbang ke Jakarta atau Makassar. Ini yang ingin kita ubah. Jika Garuda Indonesia bisa masuk ke Nabire, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, itu akan sangat membantu masyarakat kita yang butuh pulang kampung atau melakukan perjalanan penting,” tegas Yulianus.
Nabire: Pintu Gerbang 7 Kabupaten di Papua Tengah
Lebih jauh, Sekda menyoroti posisi strategis Nabire sebagai pintu gerbang utama bagi 7 dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah. Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya semuanya memiliki ketergantungan pada akses transportasi melalui Nabire.
“Selama ini, masyarakat dari Puncak dan Puncak Jaya lebih memilih transit lewat Timika karena di sana lebih banyak penerbangan, termasuk Garuda. Padahal, Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi seharusnya menjadi pusat mobilitas regional. Kita butuh penerbangan berkapasitas besar seperti Boeing dari Garuda untuk melayani kebutuhan masyarakat dari 7 kabupaten yang bermuara di Nabire,” jelas Sekda.
Peran Vital Masyarakat Adat dan Sinergitas Lintas Elemen
Yang membuat upaya ini istimewa adalah keterlibatan aktif Lembaga Adat Besar Dewan Adat Papua Wilayah Mepago. Partisipasi masyarakat adat dalam mendorong percepatan penambahan rute penerbangan menunjukkan bahwa ini bukan sekadar permintaan administratif, melainkan kebutuhan riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
“Sinergitas antara masyarakat adat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi ini sangat kuat. Semua elemen bergerak bersama untuk satu tujuan: memberikan pelayanan transportasi yang layak bagi masyarakat Papua Tengah. Ini adalah bukti bahwa kita semua peduli dan bergerak bersama,” tambah Sekda.
Langkah Konkret: Dari Surat hingga Realisasi
Untuk mewujudkan aspirasi ini, Sekda mengumumkan langkah-langkah konkret yang akan segera dieksekusi:
‘Pertama’, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Bupati dan Dinas Perhubungan akan segera menerbitkan surat permohonan resmi penambahan rute penerbangan Garuda Indonesia.
‘Kedua’, surat permohonan tersebut akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah untuk ditindaklanjuti dengan surat dukungan resmi dari Gubernur Papua Tengah.
‘Ketiga’, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan dapat segera merespons dengan menyurati Kementerian Perhubungan RI dan Direksi PT Garuda Indonesia, memberikan dukungan penuh agar permohonan ini dapat segera direalisasikan.
‘Keempat’, Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire akan berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat proses administrasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Kelima, peran ‘Liaison Officer’ akan terus dioptimalkan sebagai jembatan komunikasi antara semua pihak, memastikan bahwa aspirasi masyarakat ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terwujud.
Harapan Besar untuk Papua Tengah
Sekda menutup pernyataannya dengan harapan yang besar agar proses ini dapat berjalan cepat dan lancar. “Kita semua berharap, dengan sinergitas yang solid dari tingkat adat, kabupaten, hingga provinsi, Garuda Indonesia dapat segera membuka rute ke Nabire. Ini bukan hanya tentang penambahan pesawat, tetapi tentang memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Papua Tengah untuk terhubung dengan dunia luar, mendukung pembangunan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” pungkas Yulianus Pasang.
Masyarakat Papua Tengah kini menantikan dengan penuh harap. Semoga sinergitas yang telah terbangun ini segera membuahkan hasil nyata, membawa Garuda Indonesia mendarat di Nabire, dan membuka lembaran baru mobilitas yang lebih baik bagi tanah Mepago dan seluruh Papua Tengah.
–
Penulis : Tonny Marandof
Editor: Anis Rum







