SUPIORI | GEMA TIFA PAPUA NEWS – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Supiori yang jatuh pada 18 Desember 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Supiori mempersiapkan ajang bergengsi “Mancing Mania”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam bawah laut Supiori yang tersembunyi kepada masyarakat luas, khususnya para pemancing dari berbagai daerah di Indonesia.

Kabupaten Supiori, yang secara geografis merupakan wilayah kepulauan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Biak Numfor, dapat ditemuh dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat (bis mini). Selama ini, Supiori seringkali dilabeli sebagai kabupaten yang kecil dan tertinggal. Namun, di balik label tersebut, tersimpan sejuta kekayaan alam bahari yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luar.

Mulai dari berbagai spesies ikan laut yang melimpah, hamparan terumbu karang yang masih asri dan hidup, hingga pesona keindahan alam lainnya yang siap memanjakan mata siapa saja yang mengunjunginya. Laut Supiori seolah sedang menanti kedatangan para *Mancing Mania* dari seluruh Nusantara untuk membuktikan sendiri keindahan dan kekayaan tersebut.

Kehidupan masyarakat asli setempat sangat lekat dengan laut. Tidak semua warga memiliki pekerjaan tetap sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mayoritas dari mereka menggantungkan hidup sebagai nelayan, petani, hingga pengrajin besi tradisional (penempa parang) dan kerajinan tangan lainnya. Melaut dan berkebun adalah rutinitas harian yang menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga mereka.

Memanfaatkan potensi alam dan kearifan lokal tersebut, Pemkab Supiori melalui momentum HUT ke-23 tahun ini menggelar Lomba Mancing Mania. Event ini dirancang untuk menarik perhatian dan mengundang para pemancing dari berbagai penjuru Indonesia untuk datang, berkompetisi, sekaligus menikmati keindahan destinasi wisata bahari di Kabupaten Supiori.

Antusiasme ini disambut hangat oleh masyarakat asli setempat. Mereka melihat event ini sebagai berkah yang dapat mendongkrak perekonomian lokal secara langsung. Salah satu warga setempat, Beny, mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap inisiatif pemerintah daerah.

“Kami selaku masyarakat asli setempat sangat mengapresiasi kegiatan Mancing Mania ini. Kegiatan ini turut mendorong ekonomi masyarakat setempat, terutama lewat perahu-perahu kami yang akan disewakan kepada para pemancing selama kegiatan lomba diselenggarakan,” ujar Beny saat diwawancarai awak media ini di Pantai Sorendiweri, Minggu (1/11/2026).

Beny juga mengajak para pengunjung untuk tidak hanya fokus pada kompetisi memancing, tetapi juga menikmati wisata alam Supiori yang tidak kalah memukau. 

“Kami menyambut baik para pengunjung dan pemancing yang akan hadir di tempat ini. Mereka juga bisa menikmati tempat-tempat wisata di daerah kami. Banyak pulau-pulau dengan pesona pantai berpasir putih serta ikan-ikan yang berlimpah,” tambahnya.

Sebagai nelayan laut yang akrab dengan aktivitas memancing sehari-hari, Beny berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.

“Kegiatan tersebut sekiranya setiap tahun dapat dibuat, karena memancing merupakan bagian dari kehidupan kami sehari-hari sebagai nelayan laut. Kami mempunyai banyak ikan, dan saya yakin mereka yang berkunjung ke Supiori tidak akan kecewa,” harap Beny menutup perbincangan.

–

Laporan: John Mampokem