Biak|Gema Tifa Papua News.- Dalam upaya memperkuat postur pertahanan maritim di wilayah timur Indonesia, Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) secara resmi mengoperasionalkan pesawat udara (Pesud) CN-235-220 “Maritime Patrol Aircraft” (MPA) dengan nomor ekor P-8306 di Biak, Papua. Kedatangan alutsista strategis ini disambut langsung oleh Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Arief Sukmono Akbar, M.Tr.Opsla., di Hanggar Merpati (MMF), Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Jumat (25/9/2026).

Pesud CN-235-220 MPA yang dikomandani oleh “Captain Pilot” Kapten Laut (P) Triyoga Sakti Irwandhana ini mendarat dengan aman setelah menempuh rute penerbangan panjang dari Surabaya menuju Kupang, dan dilanjutkan ke Biak. Kehadiran pesawat ini merupakan manifestasi dari pelaksanaan latihan navigasi jarak jauh (long-range navigation exercise) yang bertujuan untuk memantapkan kualifikasi serta meningkatkan profesionalisme prajurit penerbang TNI AL dalam menghadapi dinamika operasional di wilayah kepulauan.
Relokasi Aset Strategis dan Kapabilitas Teknis
Secara teknis, CN-235-220 MPA merupakan varian modifikasi khusus dari pesawat transportasi CN-235 yang dioptimalkan untuk misi patroli maritim. Alutsista ini dilengkapi dengan sensor canggih dan radar permukaan (surface search radar) yang memungkinkan deteksi dini terhadap anomali di wilayah perairan.

Relokasi aset strategis dari Wing Udara 2 Juanda ke Wing Udara 3 Puspenerbal Biak ini menandai langkah komprehensif TNI AL dalam mendistribusikan kekuatan pertahanan, guna menjamin kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Papua serta sekitarnya.
Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Arief Sukmono Akbar, menjelaskan bahwa integrasi P-8306 ke dalam armada Wing Udara 3 akan secara signifikan meningkatkan kapabilitas patroli maritim dan pengawasan wilayah udara (airspace surveillance).

“Tugas utama kami adalah memetakan dan mengawasi wilayah perairan strategis di Biak Numfor dan sekitarnya. Dengan bergabungnya P-8306, sinergi antar-satuan akan terjalin lebih erat demi menjaga keamanan nasional di kawasan timur Indonesia,” tegas Kolonel Arief.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Lanudal Biak, Kolonel Laut Candra Budiharjo, M.Tr.Opsla., menegaskan kesiapan jajarannya dalam memberikan dukungan logistik dan operasional. “Lanudal Biak berfungsi sebagai “homebase” pendukung yang memastikan kesiapan teknis Pesud sebelum lepas landas maupun setelah pendaratan, guna menjamin kelancaran dan keselamatan misi pertahanan udara dan laut,” paparnya.

Konsolidasi Lintas Sektoral dan Dukungan Pemerintah Daerah
Acara penyambutan ini juga menjadi momentum konsolidasi lintas sektoral antara TNI AL, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Turut hadir dalam rangkaian acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan instansi, antara lain: Sekretaris Dinas KPTSP Biak Numfor Lasarus Boseren, S.E., M.M. (mewakili Bupati Markus Mansnembra), Kapolres Biak AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., Ketua Komisi I DPRK Biak Numfor, Kepala BMKG Kelas I Frans Kaisiepo Agung Sudiono Abadi, S.Si., Kepala Kantor SAR Biak Kondori, S.T., M.M., Kepala Stasiun PSDKP, serta perwakilan dari Pertamina, BNI, dan Swissbel Hotel Biak.
Melalui sambutan tertulisnya, Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penempatan alutsista ini. Pemerintah daerah memandang kehadiran CN-235 MPA tidak hanya sebagai instrumen keamanan maritim (maritime security), tetapi juga sebagai katalisator yang dapat mendorong stabilitas regional, yang pada akhirnya berimplikasi pada percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Biak Numfor.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan peninjauan teknis alutsista, yang menyimbolkan komitmen sinergis antara TNI AL, pemerintah daerah, dan elemen terkait dalam menjaga kedaulatan langit dan perairan Nusantara dari wilayah paling timur Indonesia.







