BIAK | GEMA TIFA PAPUA NEWS – Suara derap langkah kaki berirama berpadu dengan lantunan sapaan dalam bahasa ibu menggema di sepanjang jalan protokol Kota Biak, Senin (19/10/2026). Ribuan pasang mata masyarakat lokal hingga wisatawan domestik dan mancanegara terpukau menyaksikan kemeriahan Gerak Jalan Etnik “Wos Byak”.

Event budaya ikonik yang menjadi bagian dari Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 ini dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, S.H., tepat di depan Kantor Telkom Yenures, Jalan Yos Sudarso, Mandala, Kecamatan Biak Kota. Acara ini bukan sekadar parade fisik, melainkan sebuah manifestasi kebanggaan akan identitas budaya yang langka dan hanya dimiliki oleh Biak Numfor di Provinsi Papua.

 Turut hadir mendampingi Wakil Bupati dalam momen bersejarah tersebut, di antaranya Istri Wakil Bupati Biak Numfor, Ny. Renny Haryanti Kapissa, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor Lina Tangdialla, Asisten II Setda Biak Adam Umar , serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran para wakil rakyat dan jajaran pejabat daerah ini menjadi wujud sinergi serta dukungan penuh pemerintah dalam menyukseskan gelaran akbar tersebut.

Keunikan Parade Berbahasa Ibu

Berbeda dengan gerak jalan pada umumnya, Gerak Jalan *Wos Byak* menyajikan keunikan yang memikat hati. Sebanyak 29 pelajar Sekolah Dasar (SD) yang terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 14 siswi perempuan tampil memukau mengenakan pakaian adat khas suku Byak.

Sepanjang rute menuju garis finis di Gelanggang Remaja Biak, regu-regu peserta tidak menyanyikan yel-yel modern, melainkan melantunkan komando, lagu, dan sapaan sepenuhnya dalam bahasa ibu mereka: Bahasa Biak. Ajang ini dinilai sangat efektif untuk menanamkan identitas kultural dan menjaga kelestarian bahasa ibu sejak usia dini di tengah gempuran modernisasi.

Satu-satunya di Dunia, Biak Jadi Rujukan

Mengawali sambutannya dengan sapaan khas lintas budaya, Wabup Jimmy menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kasumasa”, salam Biak di hati, salam pesona Indonesia, salam *wonderful Indonesia*, salam Indonesia cantik,” sapa Wabup menggebu.

Ia menegaskan bahwa Gerak Jalan Etnik berbahasa Biak adalah warisan budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. “Hari ini kita punya anak-anak terkasih, pemuda-pemudi, serta semua yang terlibat. Hanya satu-satunya di dunia. Kita tepuk tangan untuk Biak Numfor dulu. Daerah lain nanti akan ATM—amati, tiru, modifikasi—dari Biak. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang bersifat seni dan budaya berangkat dari pulau kecil ini,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Strategi Pariwisata dan Pesan untuk Generasi Penerus

Wabup menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkaya FBBM 2026. Ia mengajak masyarakat luas untuk datang ke Biak Numfor dengan menggunakan ungkapan khas: “*Srama smame, simarisen, sbuk pipi be ko*” (mari datang melihat, menikmati, dan berikan dukungan). Ungkapan ini menjadi ajakan yang hangat, akrab, dan penuh canda khas masyarakat Biak untuk mendukung gelaran budaya tersebut.

“Gerak jalan etnik ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi untuk mendatangkan wisatawan dan memperkenalkan Biak Numfor ke dunia internasional,” ujar Jimmy Kapissa.

Di tengah narasi budayanya, Wabup menyampaikan pesan humanis kepada para peserta cilik. Ia menyebut mereka sebagai “pelaku sejarah” dan “*piang-piang doa*” (tiang-tiang doa) yang akan membuka tingkap-tingkap langit agar Tuhan memberikan berkat bagi masyarakat Biak Numfor.

“Sesungguhnya perjuangan untuk Biak Numfor maju bukan hanya tugas Bupati sendiri, tetapi kalian juga sebagai pilar-pilar dan roda penggerak Kabupaten Biak Numfor di masa depan,” tambahnya dengan nada emosional.

Merawat Kebersamaan di Tengah Keberagaman

Lebih lanjut, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kondusivitas di tengah gelaran FBBM 2026.

“Kita menjaga kebersamaan di tengah-tengah *Babe Oser*, kebersamaan di tengah-tengah *Babe Kayamyam*, *Baku Sodara, Baku Sayang*. Anak Biak, anak Papua, anak Seberang, seluruhnya Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah miniatur Indonesia yang terdapat di negeri ufuk timur, Kabupaten Biak Numfor,” pesannya.

Pelepasan Resmi yang Khidmat

Mengakhiri sambutannya, Wabup Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, S.H. dengan khidmat menyatakan pelepasan peserta.

“Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama pemerintah daerah, di hari ini, Biak Numfor, 19 Oktober 2026, saya Wakil Bupati Kabupaten Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, melepas dengan resmi Gerak Jalan Etnik *Wos Byak*,” pungkas Wabup.

Dengan pekikan semangat tersebut, barisan peserta cilik itu resmi melangkah pasti menuju garis finis. Penyelenggaraan event ini menjadi bukti komitmen nyata bahwa jati diri masyarakat Biak Numfor akan tetap hidup, mengakar kuat, dan terus dirayakan oleh generasi mudanya di ufuk timur Indonesia.

–

Penulis: Tonny Marandof 

Editor: Anis Rum