BIAK | GEMA TIFA PAPUA NEWS — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memperkuat sinergi dengan insan pers melalui rapat koordinasi bersama sejumlah perwakilan media menjelang penyelenggaraan Festival Budaya Biak Melanesia 2026. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta membangun koordinasi yang baik dalam peliputan dan publikasi seluruh rangkaian festival.

Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta keunggulan daerah kepada masyarakat luas.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten I Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Dinas Pariwisata selaku ketua panitia, serta Sekretaris Daerah. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan berbagai media, mulai dari media daring, media cetak, hingga Radio Republik Indonesia (RRI).

Dalam pertemuan tersebut, panitia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan insan pers. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan festival terpublikasi secara akurat, berimbang, dan menyeluruh.

Pihak panitia juga menyampaikan bahwa wartawan diberikan keleluasaan untuk melakukan peliputan kegiatan festival. Namun, sejumlah aspek teknis peliputan perlu dikoordinasikan bersama agar pelaksanaan tugas jurnalistik di lapangan berjalan tertib dan lancar.

Koordinasi tersebut melibatkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Syors Kbarek, bersama Sekretaris Daerah Biak Numfor, Zakarias R. Mailoa. Sementara itu, penjelasan lebih lanjut mengenai teknis peliputan akan disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ony Dangeubun, bersama Asisten I Setda Biak Numfor, Simon Rumpaisum.

Kesepahaman antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai penting untuk mencegah terjadinya miskomunikasi serta memastikan hubungan kerja sama yang baik selama pelaksanaan festival hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Simon Rumpaisum: Festival Budaya Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Setda Biak Numfor, Simon Rumpaisum, menegaskan bahwa Festival Budaya Biak Melanesia merupakan agenda strategis daerah yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta dukungan masyarakat dan insan pers.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga seluruh OPD, untuk memberikan dukungan penuh demi menyukseskan kegiatan tersebut.

Rumpaisum juga menilai Festival Budaya Biak Melanesia sebagai kesempatan penting untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan daerah kepada masyarakat di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Menurutnya, Biak Numfor memiliki potensi besar yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam pertambangan, tetapi juga pada kekayaan budaya, pariwisata, dan sektor perikanan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.

“Biak Numfor mungkin tidak dikaruniai sumber daya alam berupa emas atau pertambangan, namun kita memiliki kekayaan budaya, pariwisata, dan perikanan yang melimpah sebagai modal sosial utama. Momentum ini menjadi peluang emas untuk mengangkat jati diri dan mempromosikan Biak ke kancah yang lebih luas,” demikian penegasan Rumpaisum sebagaimana disampaikan dalam forum tersebut.

Promosikan Budaya, Pariwisata, dan UMKM

Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dirancang untuk menampilkan beragam kekayaan budaya Melanesia sekaligus mendorong promosi potensi ekonomi daerah.

Sejumlah kegiatan yang direncanakan dalam festival tersebut meliputi pertunjukan dan atraksi budaya Melanesia, pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta promosi wisata bahari yang menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Biak Numfor.

Melalui penyelenggaraan festival ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas pengenalan budaya Biak, membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.

Keterlibatan insan pers juga diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi mengenai festival sehingga potensi dan kekayaan budaya Biak Numfor semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, panitia, dan media, Festival Budaya Biak Melanesia 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, mengembangkan pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

(Penulis : Chris)