BIAK|GEMA TIFA PAPUA NEWS – Pemerintah Kampung anjereuw, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, terus mendorong peningkatan ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan kebun masyarakat. Berbagai jenis sayuran dan tanaman umbi-umbian dibudidayakan sebagai upaya memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat kampung.
Upaya tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang didukung melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Dalam rangka memantau pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kampung anjereuw bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah kebun milik masyarakat, Selasa (26/10/2026). Kunjungan ini bertujuan melihat perkembangan dan hasil kegiatan pertanian yang dijalankan warga.
Kepala Kampung anjereuw, Fince Obinaru, mengatakan kunjungan tersebut merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk melihat secara langsung hasil kerja masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat kampung.
Menurutnya, Kepala DPMK, Wiadyanan, turun langsung meninjau kebun masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan program Dana Desa Tahap II Tahun 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memanfaatkan lahan untuk menanam berbagai komoditas pangan lokal. Hasil kebun tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif warga dalam mendukung program ketahanan pangan.
Tahun Depan Fokus Ketahanan Pangan dan UMKM
Fince menjelaskan, Pemerintah Kampung anjereuw juga berencana mengembangkan program ketahanan pangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kerajinan tangan pada tahun mendatang.
Rencana tersebut didasarkan pada potensi dan keterampilan yang dimiliki masyarakat, khususnya kaum perempuan di kampung tersebut.
“Kami melihat mama-mama di kampung memiliki kemampuan dan talenta yang perlu dikembangkan. Karena itu, ke depan kami akan memprogramkan pengembangan UMKM dan kerajinan tangan agar keterampilan mereka dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah kampung akan terus mendukung berbagai kreativitas dan kegiatan positif yang dilakukan masyarakat.
Sebagai kepala kampung yang baru menjalankan tugas sekitar lima bulan, Fince berharap dukungan pemerintah melalui program dan bantuan dana dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat Kampung anjereuw.
Kampung anjereuw Terpilih sebagai Kampung Redam
Selain mengembangkan ketahanan pangan, Kampung anjereuw juga mendapat perhatian melalui pendekatan penyelesaian persoalan sosial secara damai.
Fince mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir, kampung tersebut telah dikunjungi sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Desa, serta Kementerian Kesehatan.
Ia menyebut Kampung anjereuw terpilih mewakili Provinsi Papua sebagai Kampung Redam, yakni kampung yang mengedepankan rekonsiliasi dan perdamaian dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.
Menurut Fince, sebutan tersebut berkaitan dengan kemampuan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan internal melalui pendekatan yang baik, musyawarah, dan upaya menjaga hubungan kekeluargaan.
“Dari sekitar 250 kampung yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Kampung anjereuw terpilih sebagai Kampung Redam atau Rekonsiliasi dan Perdamaian. Kami berupaya menyelesaikan persoalan yang muncul di lingkungan kampung dengan cara-cara yang baik,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Biak Numfor dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, mengutamakan dialog, dan mengedepankan penyelesaian masalah secara damai.
Pemerintah Kampung anjereuw berharap pengembangan ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, dan penguatan budaya perdamaian dapat berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan kampung yang berkelanjutan.
(Jhon Mampokem)







