SUPIORI | GEMA TIFA PAPUA – Sebanyak 54 pembalap dipastikan ambil bagian dalam ajang Bupati Supiori Cup Motoprix Championship 2026. Berbagai persiapan terus dimatangkan, salah satunya melalui pertemuan teknis (technical meeting) yang berlangsung di Aula Jules F. Warikar, Kamis (15/10/2026) sore.
Pertemuan tersebut melibatkan panitia pelaksana, Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua, dan IMI Supiori. Agenda utama pertemuan adalah membahas regulasi serta ketentuan teknis perlombaan agar seluruh pembalap memahami aturan yang berlaku sebelum bertanding di kelas masing-masing.
Ketua IMI Supiori, Erik Warikar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Motoprix pada prinsipnya tetap mengacu pada regulasi nasional. Namun, panitia memberikan penyesuaian terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengingat ketersediaan bahan bakar sesuai standar yang diwajibkan belum tersedia di wilayah Biak dan Supiori.
Menurut Erik, kebijakan tersebut diambil agar peserta tidak terbebani dengan ketentuan yang sulit dipenuhi, terutama karena kendaraan balap yang digunakan memiliki spesifikasi mesin berbeda, mulai dari rakitan lokal hingga mesin impor.
“Memang harus mengikuti regulasi nasional, tetapi khusus di Biak dan Supiori belum ada BBM yang diwajibkan. Karena itu, kami mengambil langkah agar setiap peserta dapat menggunakan BBM yang biasa mereka gunakan,” ujar Erik kepada awak media seusai memberikan arahan teknis kepada para pembalap.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai regulasi juga melibatkan pembalap dan mekanik untuk mencari solusi bersama. Dengan demikian, ketentuan yang diterapkan diharapkan tidak memberatkan peserta dan pelaksanaan kejuaraan dapat berjalan lancar.
“Kami selalu mengembalikan pembahasan kepada para pembalap dan mekanik untuk bersama-sama mencari solusi agar tidak memberatkan mereka. Harapannya, Bupati Supiori Cup Motoprix Championship dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Erik menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan memajukan olahraga otomotif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
IMI Supiori bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Supiori berharap kegiatan ini dapat menarik kehadiran masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan dagangan mereka selama perlombaan berlangsung.
“Kegiatan ini bukan sekadar euforia olahraga. Kami ingin mendorong masyarakat untuk datang dan membawa dagangan mereka. Apa saja yang bisa dijual, diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat selama event berlangsung,” pungkas Erik.
Melalui Bupati Supiori Cup Motoprix Championship 2026, diharapkan olahraga otomotif semakin berkembang sekaligus menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Kabupaten Supiori.
( Penulis : Jhon Mampokem)







