Biak | Gema Tifa Papua News – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Papua menggelar pelatihan bagi perwakilan tenaga kerja dari berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Papua, dengan fokus khusus bagi Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 25 hingga 26 September 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Seksi Hubungan Industrial, Dela, menekankan pentingnya pemahaman mengenai tata cara dan peraturan pendaftaran Perjanjian Kerja bagi seluruh perusahaan di kabupaten/kota se-Provinsi Papua tahun 2026.

“Atas nama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan perusahaan yang telah hadir dan mengikuti kegiatan pada hari ini,” ujar Dela saat membuka acara.

Dela menjelaskan bahwa hubungan industrial merupakan faktor krusial dalam keberlangsungan sebuah perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum dan keadilan bagi perusahaan, pekerja, maupun pengusaha.

“Perjanjian kerja antara perusahaan, pekerja, dan pengusaha menjadi pedoman utama dalam berinteraksi. Regulasi dan perjanjian kerja yang jelas ini sangat penting guna mencegah terjadinya perselisihan di kemudian hari antara pekerja dan pihak perusahaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dela berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial atau sekadar mendengar, melainkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para pekerja, pihak perusahaan, hingga Serikat Pekerja/Buruh (SPB).

“Melalui pelatihan ini, para pekerja diharapkan dapat mengetahui dan memahami mekanisme hubungan kerja serta kontrak kerja dengan perusahaan secara baik dan benar. Kami berharap seluruh peserta, khususnya yang berasal dari Kabupaten Biak Numfor, dapat menyerap setiap materi yang disampaikan dengan optimal,” tambahnya.

Menutup arahannya, Disnaker Provinsi Papua mengajak seluruh dinas terkait di tingkat kabupaten/kota untuk bersinergi memberikan pemahaman yang baik kepada para pekerja dan perusahaan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat penting dalam membangun iklim hubungan industrial yang harmonis, sehat, dan kondusif di Tanah Papua.