BIAK | GEMA TIFA PAPUA NEWS – Mengawali pembukaan Festival Budaya Biak Melanesia Tahun 2026, Wakil Bupati Biak Numfor ( Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, S.H.) selaku penanggung jawab acara, menegaskan dalam sambutannya bahwa leluhur dan masyarakat Biak sejatinya telah mengenal Tuhan sejak zaman dahulu.”

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Biak Numfor agar terus menjaga dan melestarikan nilai – nilai Adat dan Budaya yang menjadi warisan leluhur. diakhir sambutannya, Wakil Bupati Mengundang Bupati dan Wakil Gubernur untuk membuka secara Resmi Festival Budaya Biak Melanesia 2026.
Semangat Kebangsaan dalam Warisan Adat Biak Melanesia
Bupati Kabupaten Biak Numfor ( Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M. ) Dalam sambutannya yang penuh khidmat dan semangat kebangsaan, Bupati menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan atau seremoni tahunan, melainkan wujud nyata komitmen kolektif untuk menjaga, melestarikan, serta mewariskan kekayaan adat dan identitas masyarakat Biak Numfor.

Suasana khidmat dan penuh semangat kebanggaan menyelimuti pembukaan Festival Budaya Biak Melanesia. Event akbar yang menjadi wadah pelestarian serta promosi kekayaan budaya lokal ini dihadiri oleh deretan tokoh penting dari berbagai lapisan pemerintahan, diplomatik, hingga masyarakat sipil.
Hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moral dan simbolis adalah Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen.
Pj. Sekretaris Daerah mewakili Gubernur Papua Barat Daya, delegasi dari Kerajaan Belanda, Duta Besar Republik Seychelles, para Deputi Kementerian, Ketua Komite Eksekutif Percepatan, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota Majelis Rakyat Papua, para Bupati dan Wakil Bupati se-Provinsi Papua, pimpinan TNI-Polri, serta seluruh tamu undangan wisatawan manca negara dan ribuan masyarakat Biak Numfor, yang turut menghadir gelaran budaya berskala internasional ini.
Pusat Budaya & Wisata Indonesia Timur serta destinasi wisata pasifik
Mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku”, Bupati Mansnembra menekankan bahwa budaya adalah jati diri masyarakat Biak sebagai bagian integral dari rumpun bangsa Melanesia. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan fondasi utama yang memperkuat persatuan dan kesatuan. Lebih jauh, ia menyoroti momentum strategis ini sebagai langkah konkret untuk memposisikan Kabupaten Biak Numfor sebagai pusat pariwisata dan kebudayaan unggulan di kawasan Indonesia Timur hingga Pasifik.

Momen event yang di buka secara resmi begitu istimewa dan bersejarah karena bertepatan dengan dua hal yang sangat berarti bagi kita lapisan masyarakat,” ujar Bupati dalam pidatonya di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Pertama, Bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Kebudayaan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kearifan lokal sebagai motor penggerak pembangunan daerah. “Mari kita jaga laut, tanah, budaya, dan tradisi kita agar tetap hidup dan mampu menghidupi generasi masa depan,” imbuhnya.

Kedua, momen tersebut juga menjadi kesempatan istimewa untuk memberikan penghormatan khusus. Atas nama seluruh masyarakat Papua Utara, khususnya warga kawasan Saireri, disela – sela pidatonya, Bupati menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-75 kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto.
Momen bersejarah di Biak Numfor
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh suka cita, kedamaian, dan rasa persaudaraan.
“Tunjukkan persona budaya kita dengan penuh kebanggaan. Buktikan bahwa orang Biak adalah suku yang santun, bermartabat, serta mencintai dan menjaga budayanya,” pesan Bupati.
Acara pembukaan Festival Budaya Biak Melanesia kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan sekaligus pernyataan resmi dibukanya Festival Budaya Biak Melanesia 2026 oleh Wakil Gubernur Papua, yang hadir mewakili Gubernur Papua. Kehadiran pejabat tingkat provinsi ini semakin mengukuhkan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi wisata di Bumi Cenderawasih khususnya di Wilayah Saiteri Papua Utara.
Jadikan Festival Budaya Biak Melanesia sebagai Entry Point Pariwisata dan Kesejahteraan UMKM
Dalam pidato Wakil Gubernur Provinsi Papua juga menekan bahwa Festival Budaya Biak Melanesia adalah event wisata tahunan dan merupakan entry point, mengaglomerasi indikator kunci untuk menjadikan Biak Numfor sebagai salah satu destinasi wisata utama di Provinsi Papua. Penyelenggaran Festival Budaya Biak Melanesia tahun ini harus bersifat inklusif, memberikan penciptaan nilai dan berkelanjutan, serta secara fungsional harus mampu menghadirkan hilirisasi usaha mikro-kecil dan menengah serta revitalisasi kebudayaan Biak Melanesia menjadi persona yang mampu menjadi salah satu sumber atau instrumen kesejahteraan di mana semua aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya serta aktivitas lainnya harus bisa dikemas dalam konsep atau mata rantai yang menggerak dan menguntungkan secara ekonomi. pesan Wakil Gubernur Papua.
Festival Biak Melanesia 2026 mendapat penghargaan Rekor MURI
Momentum bersejarah mewarnai pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dengan penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor. Penyerahan penghargaan ini menjadi bagian penting dari perayaan budaya yang mengangkat identitas, kearifan lokal, serta kekayaan tradisi masyarakat Biak Melanesia.
–
Penulis: Tonny Marandof
Editor: Anis Rumaropen







